Pengertian Statistik dan Penggunaannya

PENGERTIAN STATISTIK

Sering kali kita dihadapkan dalam pengambilan keputusan, dari yang paling sederhana ke yang lebih rumit. Pengambilan keputusan hendaknya didasarkan atas informasi-informasi yang kita terima dan disesuaikan dengan norma-norma yang berlaku. Ketika kita menghadapi keputusan-keputusan yang lebih rumit, informasi dan norma saja mungkin kurang memadai. Diperlukan alat bantu lain. Di sinilah ilmu statistika dapat dipergunakan untuk menentukan keputusan mana yang paling baik di antara banyak pilihan keputusan berdasarkan data-data statistik.

Statistik adalah sekempulan fakta yang berbentuk angka yang disusun dalam table atau daftar yang menggambarkan suatu persoalan Subana, dkk., (2000). Sedangkan menurut Heryanto, dkk., (2007) Statistik adalah kumpulan angka-angka mengenai suatu masalah, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai masalah tersebut. Secara etimologis kata statistik berasal dari kata status (bahasa Latin), state (bahasa Inggris), staat (bahasa Belanda), yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Negara. Pada mulanya, kata statistik diartikan sebagai kumpulan bahan keterangan yang mempunyai arti penting dan berguna bagi suatu Negara (Sudijono, 2005).

KATEGORI STATISTIK

Ilmu statistika dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial (induktif). Statistika deskriptif inilah yang paling umum kita jumpai dan digunakan; tidak hanya untuk kepentingan ilmiah, tetapi juga pada tulisan-tulisan jurnalistik yang biasanya terdapat di koran dan majalah. Penggambaran paling umum dari statistika deskriptif ini dapat Anda lihat dalam bentuk tabel, gambar, dan grafik yang sering digunakan sebagai pendukung suatu pendapat atau opini yang diutarakan. Sedangkan Statistika Inferensial atau induktif: Bagaimana mengevaluasi data dan menarik kesimpulan (berkaitan dengan pengujian hipotesis dan estimasi parameter). Pengukuran inferensial melibatkan investigasi sepotong informasi untuk memperkirakan atau menarik kesimpulan tentang keseluruhan informasi. Tujuan statistik induktif atau inferensial adalah untuk menarik kesimpulan.

JENIS DATA STATISTIK

  1. Data Kuantitatif. Data yang disajikan dalam bentuk numerik disebut data kuantitatif. Contohnya termasuk pendapatan masyarakat dan tingkat kelahiran.
  2. Data kualitatif adalah informasi yang disajikan dengan kata-kata yang bermakna. Ambil contoh, persepsi siswa tentang literasi keuangan dan literasi ekonomi.

Sumber data terbagi dua katregori:

  • Data primer diambil langsung dari individu atau kelompok yang mempelajari subjek. Contoh: Wawancara tatap muka dengan mahasiswa tentang rencana mereka untuk menjadi pengusaha.
  • Data sekunder adalah informasi yang diperoleh secara tidak langsung dari subyek penelitian. Peneliti menggunakan berbagai metode komersial dan non-komersial untuk mendapatkan data yang tersedia yang dikumpulkan oleh pihak ketiga. Misalnya, peneliti menggunakan statistik hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal atau artikel.
SKALA PENGUKURAN

Rasio ini dapat dilihat sebagai perbandingan antara item dari kategori nilai yang berbeda. Oleh karena itu, skala disini mengacu pada variabel. Pada saat yang sama, kita dapat menggunakan pengukuran sebagai dasar metode ilmiah apa pun. Skala dapat kita anggap sebagai salah satu bentuk akord yang berfungsi sebagai acuan untuk menentukan nilai alat ukur, sehingga ketika kita menggunakan alat ukur selalu menghasilkan data yang sama baik menurut definisi skala maupun alat ukur. Ada empat skala yang diterima secara umum dalam statistik: skala nominal, ordinal, interval, dan rasio. Skala pengukuran penting karena menentukan uji statistik mana yang digunakan (Nuryadi et al., 2017; Prasetyo, 2018).

 

Sumber

  1. Heryanto, N. Dan Hamid, H.M.A. 2007. Statistika Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.
  2. Nuryadi, Astuti, T. D., Utami, E. S., & Budiantara, M. (2017). Buku Ajar Dasar-dasar Statistik Penelitian.
  3. Prasetyo, B. (2018). Pengantar Statistik Sosial. Penerbit Universitas Terbuka. Banten, 1–25.
  4. Subana, dkk. 2000. Statistik Pendidikan. Bandung : Pustaka Setia.
  5. Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja
    Grafindo Persada.

Pengantar Statistik

PENDAHULUAN

Statistika sudah ada sejak adanya peradaban manusia. Sebelum Masehi, negara-negara seperti Mesopotamia (Babel), Mesir, dan Cina mengumpulkan statistik untuk
memperkirakan berapa banyak pajak yang harus dibayar setiap orang, berapa banyak hasil pertanian yang dapat dihasilkannya, dan sebagainya. Ketika kita membaca surat kabar atau artikel, baik yang ilmiah maupun tidak terlalu ilmiah, sering kali penggunaan angka-angka statistik tidak terhindarkan. Tanpa disadari, hal ini telah menjadikan kita lebih familier dengan ilmu statistika itu sendiri. Sebagai mahasiswa ilmu ekonomi, Anda tentu tidak hanya diharapkan mampu membaca angka-angka atau laporan-laporan statistik dengan benar. Anda pada akhirnya diharapkan mampu mengolah dan menyajikan laporan statistik secara benar dan akurat. Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat banyak sekali informasi, sebagian benar, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan sebagian lainnya tidak. Mengambil kesimpulan atau bahkan keputusan hanya berdasarkan kira-kira saja tentu bukan suatu langkah yang tepat secara ilmiah.

Ilmu statistika menyediakan banyak metode yang dapat membantu kita dalam menentukan pilihan-pilihan kesimpulan atau keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Statistika dimulai dengan pengumpulan dan penyajian data dan berkembang pesat dengan penemuan teori probabilitas dan teori keputusan, yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikannya valid di semua bidang, termasuk manajemen, teknik, Ekonomi, Ilmu Politik, dan Ilmu Sosial. Statistika memasuki bidang pengambilan keputusan pada 1950-an melalui generalisasi dan prediksi variabel risiko dan ketidakpastian. Statistik memiliki kelebihan dan berhubungan langsung dengan banyak aspek kehidupan manusia. Jadi apa sebenarnya arti statistika ini? Perbedaan harus dibuat antara statistika dan istilah statistik yang akan kita bahas ditopik selanjutnya secara lebih mendalam.